PERBANKAN: Menteri BUMN Dahlan Iskan (tiga dari kanan) bersama Nafsiah Iskan dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sofyan Basir (tiga dari kiri), komisaris beserta keluarga besar BRI saat peresmian kegiatan Family Day Bank BRI di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Kegiatan bertema “Build Our Risk Awareness� dalam rangka HUT ke-116 BRI itu melibatkan ribuan peserta yang terdiri atas keluarga karyawan dan nasabah BRI untuk mengikuti jalan sehat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
JAKARTA–Optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan. Kali ini, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) siap mengelola aset-aset BUMN yang idle atau menganggur. Direktur Utama PT PPA, Boyke Mukijat mengatakan, saat ini ada tujuh BUMN yang siap menyerahkan pengelolaan aset-asetnya kepada PPA. “Di antaranya Pertamina, KAI (Kereta Api Indonesia) dan PLN,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.Menurut Boyke, aset-aset yang diserahkan pengelolaannya kepada PPA kebanyakan berupa gedung atau tanah yang selama ini kurang produktif dan tak sesuai core business BUMN bersangkutan. “Nanti PPA akan mengkaji cara mengoptimalkan nilai aset yang ada. Misalnya diubah fungsinya, dikerjasamakan dengan pihak lain, atau bisa juga dijual,” katanya. Saat ini, BUMN yang secara resmi sudah bekerjasama dengan PPA untuk pengelolaan asetnya adalah Pertamina. Tercatat, ada tujuh aset tanah/properti Pertamina kini diserahkan pengelolaannya pada PPA.
Di antaranya, aset properti di Kemanggisan dan Kramat Raya (Jakarta) serta aset Lapangan Terbang dan Lapangan Golf di Pondok Cabe (Tangerang Selatan). Banyaknya aset nganggur milik BUMN juga menjadi sorotan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Menurut Dahlan, jumlah aset BUMN yang tidak optimal produktivitasnya berkisar Rp500 triliun. Sebagai gambaran, total aset BUMN saat ini sekitar Rp2.900 triliun.
EmoticonEmoticon