CIBINONG–Kembali merebaknya virus flu burung di Jakarta membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) gerah. Sebab, sebelumnya di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, ditemukan unggas yang positif terserang virus H5N1.
Berkaca pada kasus tersebut, Kabid Kesehatan Hewan dan Ikan (Keswankan), Ramilah Erliani meminta masyarakat agar waspada.
“Hingga pertengahan Januari ini memang belum ditemukan kasus flu burung. Namun masyarakat harus mewaspadainya. Tak hanya di Cibinong, tapi seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” katanya.
Ramilah pun berbagi tips sederhana untuk mengantisipasi penyakit mematikan itu. Yakni, dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Di antaranya dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjauhkan aktivitas dari kandang unggas.
Sebab, lanjut dia, proses penyebaran penyakit itu berawal dari kotoran atau ingus unggas, seperti ayam, burung, serta bebek yang terjangkit H5N1.
“Jika kita tidak mencuci tangan dengan sabun, bisa saja virus itu ikut termakan setelah kita beraktivitas berdekatan dengan unggas. Selain dari kotoran dan ingus unggas, penyebarannya juga bisa terhirup melalui udara,” terangnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi unggas yang terserang flu burung, Disnakan menyemprotkan vaksin gratis setiap empat bulan sekali ke beberapa wilayah. Yaitu pada Maret, Juni dan Oktober.
Ramilah juga mengimbau agar warga menyediakan kandang untuk unggas dan tidak melepasnya secara liar. Selain itu, kebersihan kandang harus selalu terjaga agar risiko flu burung bisa diminimalisir.
Jika ditemukan unggas yang mati mendadak, Ramilah meminta masyarakat segera melaporkannya ke UPT Disnakan di wilayah atau puskesmas setempat. Begitu pun jika ada warga yang mengalami demam tinggi serta batuk pilek.
“Kalau ada unggas yang mati mendadak, bangkainya jangan dibuang ke kali atau tempat sampah, melainkan harus dikubur. Selain itu sisakan satu ekor untuk dijadikan sampel dan diserahkan kepada kami,” pungkasnya.
Berkaca pada kasus tersebut, Kabid Kesehatan Hewan dan Ikan (Keswankan), Ramilah Erliani meminta masyarakat agar waspada.
“Hingga pertengahan Januari ini memang belum ditemukan kasus flu burung. Namun masyarakat harus mewaspadainya. Tak hanya di Cibinong, tapi seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” katanya.
Ramilah pun berbagi tips sederhana untuk mengantisipasi penyakit mematikan itu. Yakni, dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Di antaranya dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjauhkan aktivitas dari kandang unggas.
Sebab, lanjut dia, proses penyebaran penyakit itu berawal dari kotoran atau ingus unggas, seperti ayam, burung, serta bebek yang terjangkit H5N1.
“Jika kita tidak mencuci tangan dengan sabun, bisa saja virus itu ikut termakan setelah kita beraktivitas berdekatan dengan unggas. Selain dari kotoran dan ingus unggas, penyebarannya juga bisa terhirup melalui udara,” terangnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi unggas yang terserang flu burung, Disnakan menyemprotkan vaksin gratis setiap empat bulan sekali ke beberapa wilayah. Yaitu pada Maret, Juni dan Oktober.
Ramilah juga mengimbau agar warga menyediakan kandang untuk unggas dan tidak melepasnya secara liar. Selain itu, kebersihan kandang harus selalu terjaga agar risiko flu burung bisa diminimalisir.
Jika ditemukan unggas yang mati mendadak, Ramilah meminta masyarakat segera melaporkannya ke UPT Disnakan di wilayah atau puskesmas setempat. Begitu pun jika ada warga yang mengalami demam tinggi serta batuk pilek.
“Kalau ada unggas yang mati mendadak, bangkainya jangan dibuang ke kali atau tempat sampah, melainkan harus dikubur. Selain itu sisakan satu ekor untuk dijadikan sampel dan diserahkan kepada kami,” pungkasnya.
EmoticonEmoticon