Selasa, 17 Januari 2012

Harga Sembako Terus Melonjak

JAKARTA–Harga sembako dua minggu terakhir terus mengalami kenaikan. Lonjakannya pun tak tanggung-tanggung hingga Rp5 ribu per kilo untuk jenis sembako tertentu. Yang paling terasa kenaikannya adalah beras dan telur.

Di pasar tradisional, harga beras dan telur naik berkisar Rp2 ribuan sampai Rp3 ribuan. Irma, salah satu pedagang beras di Pasar Pondok Labu mengatakan, beras kualitas menengah mengalami kenaikan drastis dibanding kualitas nomor satu.

“Kalau beras kualitas nomor satu juga naik, tapi tidak banyak sekitar Rp500 per kilo. Kalau yang kualitas menengah, naiknya sampai Rp3 ribu per kilo,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dia mencontohkan beras Koi, yang tadinya Rp8.400 per kilo naik menjadi Rp8.700. Beras Rajawali yang tadinya Rp6.900 per kilo naik menjadi Rp8.400. “Kita pedagang gak bisa jual murah, wong di grosiran saja sudah tinggi,” ujarnya.

Kenaikan harga beras ini, lanjutnya, karena banyak panen yang gagal sehingga stok beras berkurang. “Cuaca begini apa-apa mahal, kan petaninya pada gagal panen,” ucapnya.

Tak jauh beda dengan harga telur. Di tingkat grosir harga telur yang biasanya hanya Rp12 ribu per kilo naik menjadi Rp16 ribuan. Mahalnya harga telur membuat beberapa pedagang kue memilih membeli telur pecah.

“Yang utuh mahal, mendingan telur pecah saja. Toh sama saja tetap harus dipecahin juga,” kata pedagang kue, Ani sambil tertawa.

Setali tiga uang dengan gula pasir, di grosiran pun harganya naik Rp1.000. Jika sebelumnya Rp18 ribu bisa mendapat dua kilogram gula pasir, kini tidak bisa lagi. Sebab, per kilonya sudah naik menjadi Rp10 ribu.

“Ya, semua sembako memang pada naik. Kami pedagang juga puyeng jualnya bagaimana. Kemahalan tidak laku, dikasih murah malah rugi,” tandas perempuan asal Jabar ini.


EmoticonEmoticon