PROTES: Siswa SMK Adzkia Kharisma bersama tokoh masyarakat dan warga melakukan unjuk rasa dengan membawa poster.
CIBUNGBULANG-Warga dan tokoh masyarakat RW 01, Kampung Setu, Desa Situudik melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kepala SMK Adzkia Kharisma, Armat Rukmana untuk turun dari jabatannya, kemarin.Sekitar pukul 08:30, sejumlah warga, komite, serta siswa membawa berbagai macam poster bertuliskan kepsek segera mundur hingga ingin tetap belajar di Kampung Setu.
“Kami mencabut dukungan dan izin terhadap Armat selaku kepala SMK Adzkia Kharisma sekaligus pembina Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Adzkia Kharisma yang menggunakan sarana gedung milik masyarakat RW 01, Kampung Setu,” ungkap perwakilan warga, Jayanul Iman kepada Radar Bogor.
Tak hanya itu, mereka menuntut aset dengan alasan telah keluar dari kesepakatan awal dengan tokoh masyarakat dan pendiri SMK. Menurut dia, pembentukan yayasan tak melalui musyawarah dengan tokoh masyarakat dan perwakilan warga RW 01, Kampung Setu.
Lebih lanjut ia mengatakan, pembentukan tidak melibatkan masyarakat dalam kepengurusan yayasan sebagai pendiri, pembina, maupun posisi lainnya. “Semua kepengurusan diisi oleh keluarga Armat, padahal seharusnya melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Komite SMK Adzkia Kharisma, Abdillah Matopani menambahkan, tak ada keterbukaan pengelolaan sekolah dan diduga telah terjadi penyimpangan penggunaan dari pemerintah pusat maupun daerah di antaranya BSD, BKM, BSM, BOS, BOMM tahun 2010, BOMM tahun 2010, dana ujikom, empat ruang kelas baru dan BKMM.
“Masak, untuk bantuan ruang kelas dari provinsi ada potongan 30 persen,” ucapnya.
Menurut dia, aset yang ada merupakan hasil penggunaan sarana milik warga RW 01. “Kita ingin pemerintah segera menindaklanjuti masalah ini agar bisa segera diselesaikan dan tak terulang lagi,” katanya.
Salah seorang warga RW 01, Erwin Paridi berharap, masalah ini tak mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar siswa. “Kami mendukung SMK tapi harus ada perubahan di yayasan,” ucapnya.
Menanggapi masalah ini, Kepala SMK Adzkia Kharisma, Armat Rukmana secara tegas membantahnya. “Sekolah masih sewa dan yang menyewakan masyarakat,” kilahnya.
Ia mengatakan, dalam surat pernyataan masyarakat tak masuk yayasan. Tak hanya itu, ia mengaku pernah menawarkan tokoh agar menjadi pengurus harian yayasan namun ditolak.
Menurut dia, awalnya gedung dalam kondisi rusak. “Selama sepuluh tahun rusak, tapi saya selamatkan dengan memperbaikinya sehingga bisa digunakan,” paparnya.
EmoticonEmoticon