LEUWILIANG-Setelah Desa Cibeber 1, kali ini warga RT 02 dan RT 03/04 Kampung Lebakkaum, Desa Leuwiliang terserang penyakit chikungunya. Penyakit yang disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh nyamuk Aedes albopictus ini, membuat korban tak bisa beraktivitas seperti biasa.
“Yang diketahui ada 13 orang, di antaranya di RT 02 sebanyak tiga warga dan sepuluh warga di RT 03,” ungkap Ketua RW 04, E Moh Lukman Hidayat kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, warga yang terkena penyakit awalnya merasa ngilu dan bengkak disertai suhu tubuh terus naik. Ia mengaku, khawatir jika penyakit ini terus menyebar.
Lebih lanjut ia mengatakan, setiap bulan masyarakat selalu bergotong royong membersihkan lingkungan. Ia dan warga lainnya berharap, ada upaya dan bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk memberantas penyakit ini.
Menanggapi masalah ini, Kabid P2PKL Dinkes Kabupaten Bogor, dr Eulis Wulantari mengatakan, setiap warga yang sakit bisa datang dan lapor ke puskemas.
Menurut dia, Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk sehingga warga harus melakukan antisipasi dengan 3 M yakni menguras, membilas tempat air dan mengubur barang bekas.
Ia menegaskan, telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan sarana dan kewaspadaan dini untuk penyakit yang disebabkan oleh perubahan musim.
“Minggu depan, Kabupaten Bogor akan mendapatkan bantuan sarana lab untuk rapid test demam berdarah dan chikungunya,” tegasnya.
“Yang diketahui ada 13 orang, di antaranya di RT 02 sebanyak tiga warga dan sepuluh warga di RT 03,” ungkap Ketua RW 04, E Moh Lukman Hidayat kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, warga yang terkena penyakit awalnya merasa ngilu dan bengkak disertai suhu tubuh terus naik. Ia mengaku, khawatir jika penyakit ini terus menyebar.
Lebih lanjut ia mengatakan, setiap bulan masyarakat selalu bergotong royong membersihkan lingkungan. Ia dan warga lainnya berharap, ada upaya dan bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk memberantas penyakit ini.
Menanggapi masalah ini, Kabid P2PKL Dinkes Kabupaten Bogor, dr Eulis Wulantari mengatakan, setiap warga yang sakit bisa datang dan lapor ke puskemas.
Menurut dia, Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk sehingga warga harus melakukan antisipasi dengan 3 M yakni menguras, membilas tempat air dan mengubur barang bekas.
Ia menegaskan, telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan sarana dan kewaspadaan dini untuk penyakit yang disebabkan oleh perubahan musim.
“Minggu depan, Kabupaten Bogor akan mendapatkan bantuan sarana lab untuk rapid test demam berdarah dan chikungunya,” tegasnya.
EmoticonEmoticon