AMBRUK: Kondisi kantor Kelurahan Kebonpedes di Jl Pondok Rumput No 40, Kp Pondokrumput, Kelurahan Pondokrumput, Kecamatan Tanahsareal yang ambruk diterjang hujan disertai angin, kemarin.
BOGOR-Kantor Kelurahan Kebonpedes (Bondes) yang terletak di Jl Pondok Rumput 40, Kampung Pondokrumput, Kelurahan Pondokrumput, Kecamatan Tanahsareal, ambruk diterjang hujan disertai angin, kemarin. Seluruh bangunan garasi yang sehari-harinya dijadikan tempat parkir kendaraan bagi tamu hancur dihajar angin.Peristiwa terjadi sekitar pukul 10:00. Saat itu, kondisi kantor kelurahan sedang padat pengunjung, terutama warga yang ingin mengurus kartu tanda penduduk (KTP) dan surat pengantar kelurahan. Ditambah lagi, pada hari itu bantuan beras miskin (raskin) juga turun dari badan urusan logistik (Bulog). Alhasil, puluhan warga yang saat itu berada di dalam kantor kelurahan pun panik. Kepanikan warga semakin menjadi saat hujan makin deras.
Satu per satu papan dan balok penyangga atap genting pun runtuh satu per satu, karena lapuk termakan usia. Begitu juga dengan genting. Tak kurang dari 700 keping genting yang sudah lapuk dan berwarna merah kehitaman juga berjatuhan satu per satu. Itu membuat warga semakin panik.
Beruntung, runtuhnya bangunan garasi tidak merembet hingga ornamen bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa, hanya teras yang amblas kena angin,” ungkap Pengurus Kantor Kelurahan Bondes Wawan Setiawan kepada Radar Bogor, kemarin.
Pria paruh baya itu juga membeberkan, tanda-tanda akan ambruknya bangunan garasi kantor kelurahan itu sudah dirasakan sejak malam sebelumnya. Saat itu, ia mendengar bunyi ‘krek’ dari atap garasi. Kebimbangannya ini akhirnya dilaporkan kepada Lurah Kebonpedes Yusef Farizal
Keesokan harinya, pihak kelurahan meminta agar seluruh tamu dan warga yang datang ke kantor kelurahan agar tidak memarkirkan kendaraannya di areal garasi. “Tadi malam tanda-tanda sudah muncul. Makanya sejak pagi, saya minta agar tamu tidak parkir di depan kantor kelurahan,” terang Wawan.
Mengenai kondisi bangunan, Lurah Kebonpedes Yusef Farizal mengakui jika kondisi bangunan kantornya memang terbilang sudah uzur. Lanjutnya, terakhir kantornya direnovasi yakni sekitar pertengahan 2006, itu pun dengan anggaran yang tak seberapa. “Sejak saat itu sudah tak ada perbaikan lagi, karena beberapa kali kita usulkan dalam musrenbang selalu diundur,” tegasnya.
Pantauan Radar Bogor, hampir 90 persen kondisi bangunan kantor sudah layak bongkar karena tidak laik ditempati. Atap, dinding dan perwajahan kantor seluas 70 meter persegi itu pun jauh dari keindahan (estetika, red). Beberapa eternit triplek yang difungsikan untuk menahan air hujan masuk pun sudah terlihat jebol. Malah, beberapa titik sudah terlihat reyot.
Menyikapi kondisi ini, warga dan aparat kelurahan mengaku waswas saat berdiam di dalam kantor. Diperparah, dalam sepekan terakhir, hujan deras disertai angin dan petir menggerus Bogor pagi, siang dan malam. “Harapan kami, supaya secepatnya direnovasi. Paling tidak, warga bisa nyaman dan aman. Dan kita sebagai perangkat juga tidak waswas selama melayani warga,” tekan Yusef.
EmoticonEmoticon