TANDEM MAGNESIUM: Sepeda merek Paketa ini terbuat dari bahan magnesium, memakai groupset Shimano Ultegra Di2 electronic shifting. Bobotnya hanya sekitar 10 kilogram. Tampak seorang pengunjung perempuan mencoba mengangkatnya, digoda oleh JP Burow, sang pembuat sepeda.
Para dewa sepeda menemui para penggemar di North American Handmade Bicycle Show 2012 di Sacramento. Tapi, tentu saja yang paling dipelototi adalah karya-karya mereka yang luar biasa.LEBIH dari 170 peserta tampil di North American Handmade Bicycle Show (NAHBS) 2012 di Sacramento Convention Center, 2-4 Maret lalu. Masing-masing membawa karya terbaik, menyuguhkan ribuan sepeda yang berebut perhatian para pengunjung.
Kebanyakan sepeda yang dipamerkan masuk kategori road bike atau city bike. Termasuk varian atau pengembangan dari setiap kategori tersebut. Ada beberapa varian MTB (mountain bike), namun jumlahnya mungkin hanya sepuluh persen dari total sepeda yang dipamerkan.
Karena ini sifatnya sepeda handmade, yang juga bisa diartikan sepeda karya seniman, varian antik dan eksotis lebih dominan.
Yang mencengangkan, ada sangat banyak sepeda tandem yang dipamerkan di NAHBS 2012. Baik dari bahan steel, aluminium, titanium, karbon, bahkan magnesium.
Nah, sepeda tandem yang magnesium itu merupakan yang paling sering diangkat-angkat oleh pengunjung. Semua ingin membuktikan klaim bahwa itu adalah sepeda tandem paling ringan. Sepeda itu bermerek Paketa, buatan tangan James Peter (JP) Burow asal negara bagian Colorado.
“Seperti di stan-stan lain NAHBS, sang pembuat sendiri yang menunggui sepeda dan melayani para pengunjung. Ketika melihat peminat ragu-ragu ingin memegang sepeda Paketa, Burow secara proaktif mengajak mereka untuk mencoba langsung karya ajaibnya itu. Dia menantang pengunjung untuk mengangkat sepeda tandem itu dengan hanya satu tangan!
“Ayo angkat, ini dari magnesium. Beratnya hanya 23 pound (sekitar 10,5 kilogram, red),” katanya berkali-kali.
“Melihat ukuran sepeda yang cukup panjang, kita punya ekspektasi bobot tertentu. Ketika diangkat, wow! Sepeda itu jadi terasa amat ringan. Padahal, sepeda ini dilengkapi dengan groupset Shimano Ultegra Di2, pemindah gigi elektrik yang cenderung lebih berat daripada sistem manual.
“Tidak ada metal yang punya rasio kekuatan dan keringanan setinggi magnesium,” ujar Burow. “Dengan bahan ini, kita bisa membuat pipa frame sepuluh persen lebih besar, tapi dengan bobot 20 persen lebih ringan daripada aluminium,” tandasnya.
Overall, jelasnya, magnesium itu 34 persen lebih ringan daripada aluminium dan 50 persen lebih ringan daripada titanium. Bonusnya, magnesium disebut meredam getaran hingga sepuluh kali lebih baik daripada metal-metal lain. Dengan begitu, sepeda magnesium terasa lebih nyaman untuk jarak jauh.
Jika dibandingkan dengan karbon, magnesium juga lebih enteng di kantong kalau terjadi tabrakan. Bahan ini akan bengkok dan bisa diluruskan kembali seperti aluminium. Tidak seperti karbon, yang jatuh sedikit saja bisa retak atau patah dan harus dibuang!
Hanya harganya yang mungkin kurang nyaman. “Yang ini USD 14 ribu,” kata Burow. Kalau dikurskan, itu hampir Rp 130 juta.
Kayu Tahan Banting Ken Wheeler, pendiri Renovo sekaligus pembuat sepeda, mengakui bahwa bahan kayu memang tidak seringan karbon atau metal ringan.
“Rata-rata, sepeda kayu kami sekitar dua pound (hampir satu kilogram, Red) lebih berat daripada sepeda setipe dari bahan karbon,” ungkap pria asal Oregon yang juga punya reputasi hebat sebagai pembuat pesawat dari kayu.
Wheeler menggarap sepedanya ini bersama 30-an orang stafnya di Portland, Oregon. Ada beberapa model yang bisa dipilih. Untukroad bike, ada tiga level. Seri R1 adalah yang termurah, sekitar USD 2.000 (Rp 18 juta) untuk frame saja. Lalu, seri R3 di atas USD 3.000. Bentuk keduanya, sekilas, mirip frame merek Cipollini asal Italia.
Bagi penggemar MTB, ada Badash 29er. Memakai ban berdiameter besar yang kini sedang naik daun di Amerika.
Harga full bike pun menjadi sangat bervariasi. Sepeda Hoodoo yang dipajang di Sacramento Convention Center dilengkapi dengan wheelset merek Zipp dari karbon. Harganya USD 8.500 (hampir Rp 80 juta, Red).
EmoticonEmoticon