PEMAIN KUNCI: Pemain LA Lakers Kobe Bryant berusaha melewati pemain Utah Jazz, pada lanjutan NBA di Staples Center, Rabu (28/12). Pada laga tersebut, Lakers menang dengan skor 96-71.
LOS ANGELES – Kekalahan beruntun yang dialami LA Lakers di dua partai sebelumnya, memecut semangat Kobe Bryant dkk untuk bangkit dan meraih hasil maksimal. Utah Jazz pun menjadi korban pertama kebangkitan Lakers. Berlaga di Staples Canter, Rabu (28/12), Lakers memetik kemenangan perdana setelah mengalahkan Utah 96-71.Lakers tak mengulangi penampilan buruk pada dua pertandingan awal. Anak asuhan Mike Brown tampil dominan dan selalu unggul dalam pengumpulan poin. Tim tuan rumah pun patut berterima kasih dengan dua bintangnya, Kobe Bryant dan Paul Gasol.
Kobe menjadi pemain kunci pada pertandingan tersebut dengan menyumbang 26 poin. Metta World Peace (dulu Ron Artest) tak mau ketinggalan, ia mampu mencetak 14 poin.
Sementara, di kubu Jazz, cuma Paul Millsap dan Josh Howard saja yang bisa membukukan dua digit poin. Mereka masing-masing membukukan 18 dan 10 poin.
“Kami sangat aktif. Ini tim yang berkerah biru. Kami adalah sekelompok tim yang agresif. Anda bisa lihat itu,” ujar Kobe, seperti disitat Yahoo Sports.
Dengan mendapatkan kado natal yang pahit, Lakers tidak mau memperpanjang rekor buruk mereka dengan harus mengalami tiga kali kekalahan.
Untuk itu, pelatih baru pun didatangkan dengan memasukan Mike Brown sebagai pelatih kepala tim yang berkostum dominan kuning ini.
“Kami akan pergi untuk bersaing dan mengalahkan semuanya, karena itu keharusan bagi kami. Itu semua pantas didapatkan buat tim,” sambungnya.
Sementara itu Brown selaku arsitek terbaru Lakers mengaku sangat bangga dengan permainan timnya. Semua pemain melakukan hal yang benar untuk mengakhirinya dengan kemenangan.
“Saya tidak peduli dengan siapa yang bermain, anda melakukan sesuatu yang benar. Fokus, energi, usaha, komunikasi, dan kepercayaan itu memberikan perbedaan,” pungkas Brown.
Pada jalannya pertandingan, kedua kubu sama-sama tak ingin ketinggalan mencetak poin, terutama di kuarter pertama. Sehingga skor tipis pun tercipta di fase awal dengan skor 18-17 untuk kemenangan Lakers.
Sedangkan di kuarter kedua, Lakers mulai melepas bayang-bayang tim tamu dengan meraih poin terbanyak yaitu 23 poin. Sedangkan Jazz yang sering membuang peluang hanya mampu mendapatkan 14 poin. Total Lakers berhasil unggul 41-31.
Memasuki kuarter ketiga, dominasi Lakers mulai terlihat. Mereka mengumpulkan banyak poin dengan menghasilkan 30 angka. Jazz pun sering kehilangan poin, tercatat 17 poin dari 19 poin mereka sia-siakan. Total skor di kuarter ketiga ini 71-46 untuk keunggulan tuan rumah.
Kuarter keempat pendukung tuan rumah sempat dibuat deg-degan dengan permainan matang tim tamu yang dinilai datang terlambat. Namun, Lakers yang merupakan peraih 31 gelar NBA mampu menjaga konsistensi permainannya.
Meski di kuarter akhir ini kedua tim meraih poin sama yaitu 25-25, tapi keunggulan Lakers tak mampu dikejar. Hasil akhir pun milik Lakers dengan skor 96-71.
Jelas ini menjadi modal penting bagi Lakers denga pelatih barunya untuk mengarungi kompetisi yang terlambat berjalan akibat aksi lockout.
EmoticonEmoticon