BOGOR - Pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama Partai Hanura 2011. Buruknya pelayanan sejumlah rumah sakit dan puskesmas terhadap pasien pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM), serta masih mahalnya biaya pendidikan, menjadi hal yang harus diperhatikan pemerintah.
Hal ini terungkap saat anggota DPRD Kota Bogor, Vera Manida Febrina melakukan kunjungan reses ke Kecamatan Bogor Utara. Ia mengaku jika pendidikan dan kesehatan di tiap wilayah yang ia kunjungi, menjadi permasalahan yang harus dipecahkan walikota.
“Saya rasa kedua hal tersebut memang banyak dikeluhkan warga. Apalagi, di Bogor Utara masih banyak warga yang masuk kategori ekonomi lemah, sehingga mereka kesulitan memperoleh haknya,” bebernya kepada Radar Bogor, kemarin.
Vera menjelaskan, dari bidang kesehatan, meski secara umum anggaran kesehatan 2011 mencapai Rp53,6 miliar, namun masih ditemukan sejumlah kekurangan. Di antaranya, anggaran kesehatan yang kurang terserap baik oleh warga miskin.
“Akhirnya, mereka kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Alumnus SMAN 1 Bogor ini menilai, seharusnya pemkot, dalam hal ini Dinas Kesehatan, lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat miskin, terutama bagi pemegang SKTM.
“Untuk Bogor Utara saja, masih banyak warga miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama bagi balita penderita gizi buruk seperti di Kelurahan Tegalgundil beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Sedangkan dari bidang pendidikan, Vera melihat, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat maupun provinsi mengalami hal serupa, dimana belum terserap sepenuhnya.
Padahal, jumlah anggaran belanja yang diterima Disdik cukup besar yakni Rp336 miliar
Pada umumnya masyarakat mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, terutama sekolah swasta. Selain itu, terdapat beberapa bangunan sekolah yang rusak serta kekurangan sarana dan prasarana.
“Kita akan menjembatani aspirasi warga karena banyak program yang tidak prorakyat serta membawa hasil reses dalam rapat paripurna agar menemukan penanganan yang tepat,” pungkasnya.
Hal ini terungkap saat anggota DPRD Kota Bogor, Vera Manida Febrina melakukan kunjungan reses ke Kecamatan Bogor Utara. Ia mengaku jika pendidikan dan kesehatan di tiap wilayah yang ia kunjungi, menjadi permasalahan yang harus dipecahkan walikota.
“Saya rasa kedua hal tersebut memang banyak dikeluhkan warga. Apalagi, di Bogor Utara masih banyak warga yang masuk kategori ekonomi lemah, sehingga mereka kesulitan memperoleh haknya,” bebernya kepada Radar Bogor, kemarin.
Vera menjelaskan, dari bidang kesehatan, meski secara umum anggaran kesehatan 2011 mencapai Rp53,6 miliar, namun masih ditemukan sejumlah kekurangan. Di antaranya, anggaran kesehatan yang kurang terserap baik oleh warga miskin.
“Akhirnya, mereka kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Alumnus SMAN 1 Bogor ini menilai, seharusnya pemkot, dalam hal ini Dinas Kesehatan, lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat miskin, terutama bagi pemegang SKTM.
“Untuk Bogor Utara saja, masih banyak warga miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama bagi balita penderita gizi buruk seperti di Kelurahan Tegalgundil beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Sedangkan dari bidang pendidikan, Vera melihat, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat maupun provinsi mengalami hal serupa, dimana belum terserap sepenuhnya.
Padahal, jumlah anggaran belanja yang diterima Disdik cukup besar yakni Rp336 miliar
Pada umumnya masyarakat mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, terutama sekolah swasta. Selain itu, terdapat beberapa bangunan sekolah yang rusak serta kekurangan sarana dan prasarana.
“Kita akan menjembatani aspirasi warga karena banyak program yang tidak prorakyat serta membawa hasil reses dalam rapat paripurna agar menemukan penanganan yang tepat,” pungkasnya.
EmoticonEmoticon