Kamis, 05 Januari 2012

Penderita Hemangioma Butuh Bantuan

TENJO–Sepintas Elgi yang masih berusia 13 bulan, nampak riang seperti balita pada umumnya. Bahkan dengan orang yang baru dilihatnya, anak kedua dari pasangan Yamin (38) dengan Nia (30) warga RT 04/04, Kampung Pasirmadang, Desa Bojong ini nampak ingin mengajak bercanda.

Namun di balik itu, Elgi mengidap penyakit hemangioma atau kelainan pembuluh darah sehingga betis kaki kiri hingga pangkal pahanya membesar.

Ibu Elgi, Nia menungkapkan, tanda-tanda penyakit tersebut sudah ada sejak lahir yakni bagian betis kiri terdapat bercak merah dan terus membesar.

Ia pun membawa bayinya ke puskesmas untuk konsultasi. Namun, karena keterbatasan alat di puskesmas, anaknya dirujuk ke RS Adjidarmo Rangkasbitung. “Di sana Elgi diperiksa dan kembali dirujuk ke RSCM,” ujar Nia.

Selanjutnya, keluarga mengurus berbagai keperluan administrasi untuk mempersiapkan segala sesuatu termasuk biaya pengobatan.

Berbekal kartu Jamkesmas, Elgi dibawa ke RSCM, keluarga diantar dua orang kader PKK Desa Bojong.

Namun di RSCM, Elgi tidak disarankan untuk mendapat rawat inap. “Kata dokter, bisa sembuh dengan cara terapi, kami diminta datang rutin seminggu dua sampai tiga kali, selama tujuh bulan sejak bulan Juli,” ungkapnya.

Di tengah kepanikan dan keterbatasan ekonomi, keluarga keteteran untuk konsultasi rutin ke RSCM yang setiap kali membutuhkan biaya paling kecil Rp150 ribu.

Sementara Yamin hanya bekerja sebagai buruh perkebunan yang penghasilannya tak menentu.

Menurut Yamin, kondisi Elgi setelah dirawat rutin tak kunjung membaik, bahkan setiap kali minum obat, mengalami demam tinggi untuk mengobatinya keluarga pun menggunakan jasa dukun kampung dengan tarif Rp20 hingga Rp50 ribu.

“Saya cuma berharap, anak saya bisa dirawat sampai sembuh,” katanya.

Kepala Puskesmas Tenjo, dr Hendrayati yang dikonfirmasi terkait penyakit Elgi, enggan memberi komentar. “Aduh, saya juga lagi sakit tanya saja langsung ke sana,” katanya sambil bergegas pergi.


EmoticonEmoticon