NORMAL: Debit air terpantau normal di bendung Katulampa, kemarin. Gambar diambil pada pukul 14:00.
BOGOR–Hujan deras yang mengguyur Bogor sejak Kamis hingga Jumat (5-6/1) kemarin, tidak mempengaruhi ketinggian pintu air Katulampa. Tercatat, ketinggian masih berada di angka normal, yakni 70 sentimeter. Padahal, selama dua hari hujan turun cukup merata termasuk di kawasan Puncak yang merupakan hulu Sungai Ciliwung.
Musim hujan tahun ini terjadi dalam kondisi yang normal. Meski hujan juga dipastikan turun tanpa henti dalam beberapa hari, perubahan pola hujan ini akan terus terjadi.
Hal ini tidak menimbulkan potensi banjir pada Jakarta sehingga Pintu Air Manggarai tidak perlu kesulitan menampung air kiriman dari Bogor. Kendati demikian, petugas Pintu Air Katulampa tetap siaga selama 24 jam untuk memantau ketinggian air.
Penjaga Pintu Air Katulampa, Andi Sudirman mengatakan, hujan deras pada Kamis lalu tidak menyebabkan ketinggian air meningkat. Padahal, intensitasnya cukup tinggi dan berlangsung kurang lebih hampir tiga jam.
“Mengetahui hujan terus berdatangan, kita langsung memonitor lewat CCTV dan pantauan langsung. Alhamdulillah, tidak terjadi peningkatan ketinggian air,” ujarnya, kemarin.
Andi menjelaskan, kondisi pintu air Katulampa akan sangat tergantung pada kondisi di daerah hulu. Jika dari arah Puncak intensitas hujan meninggi, maka bisa mempengaruhi ketinggian air.
“Yang paling parah kena dampaknya adalah Jakarta. Jika pintu air Manggarai tak mampu menampung kiriman air dari Bogor, maka Jakarta akan dilanda banjir,” bebernya.
Lebih jauh ia mengatakan, seluruh perangkat untuk memantau ketinggian air dalam kondisi baik-baik saja. Seperti dua unit CCTV, sistem pintu hidrolik serta pengiriman data melalui server internet masih berfungsi normal.
Andi berharap cuaca hujan di Bogor, yang terjadi secara merata tidak berlangsung lama, sehingga ketinggian air di Katulampa akan tetap normal.
“Puncak dalam kondisi hujan. Tapi diharapkan tidak terjadi dalam durasi yang lama,” pungkasnya.
EmoticonEmoticon