Selasa, 03 Januari 2012

Lagi, Minimarket Dirampok






DIRAMPOK: Suasana di dalam minimarket usai perampokan, kemarin.
BOGOR–Jajaran Polres Bogor kembali dipusingkan oleh aksi nekat perampok minimarket. Belum juga meng­ungkap aksi pe­ram­p­okan Al­fa­mart di Gu­nung­putri, Selasa (2/12), kali ini minimarket Alfa Ex­pres di Kam­pung Seusepan, RT 05/06, Desa Ben­dungan, Kecamatan Ciawi, digasak kawanan perampok bersenjata tajam, kemarin.

Dalam aksi perampokan pembuka awal tahun 2012 tersebut, pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp16 juta, plus barang-barang dagangan minimarket senilai Rp15 juta.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 03:30. Saat itu, kondisi Kampung Seusepan be­nar-benar lengang. Di dalam minimar­ket yang terletak sekitar sepuluh meter dari Jalan Raya Ciawi itu, dijaga dua karya­wan, yakni Dudan (25) dan Satria (24).

Tak lama berselang, muncul mobil Avanza warna hitam. Dari mobil tersebut, keluar lima pria berbadan tegap.
Dua pria di antaranya berjaga di luar minimarket, sedangkan tiga pria lainnya masuk minimarket. Tanpa kecurigaan apa pun, Dudan kemudian membukakan pintu dan mempersilakan masuk.

Setelah ketiga pria itu masuk, dua karyawan tersebut ditodong golok di bagian leher sambil mengancam agar Dudan dan Satria tidak berteriak.

Setelah merasa aman, para pelaku kemudian melakban mulut dan mengikat tangan Dudan dengan tali rafia.

Sedangkan, Satria diperintahkan membukakan brankas. Setelah disuruh membukakan brankas dan mengambil uang sebesar Rp15 juta, Satria juga diikat rafia dan mulutnya dilakban.

Sementara itu, dua pelaku lainnya menggasak barang-barang dagangan seperti parfum, rokok, susu kalengan dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Setelah berhasil menggasak uang dan barang dagangan toko, pelaku kemudian kabur ke arah Puncak.

Perampokan tersebut baru diketahui setelah dua karyawan berhasil melepaskan ikatan. Keduanya kemudian lapor ke Polsek Ciawi yang hanya berjarak 250 meter dari minimarket.

Sekitar pukul 09:00, aparat kepolisian dari Polsek Ciawi dan Polres Bogor datang ke lokasi untuk olah TKP. “Kejadiannya sangat cepat Mas. Ya, kira-kira lima belas menitan,” ungkap Satria, salah satu korban.

Aksi perampokan tersebut sebenarnya bisa digagalkan, jika beberapa warga yang mengetahui aksi itu segera lapor ke Polsek Ciawi yang hanya berjarak sekitar 250 meter dari minimarket.

Namun, lantaran pengusaha minimarket tidak melibatkan warga sekitar sebagai karyawan, aksi tersebut dibiarkan begitu saja.

“Sebenarnya banyak tukang ojek yang tahu kejadian itu. Tetapi, karena pengusaha tidak mau merekrut warga sebagai karyawan ya kejadian itu dibiarkan begitu saja,” ungkap Mulyana (45), salah satu warga sekitar.

Kapolsek Ciawi Kompol Karta Admaja mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya bersama Satuan Reskrim Polres Bogor melakukan identifikasi dan olah TKP.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah lima orang dengan menggunakan mobil Avanza.

“Sejumlah saksi dan karyawan yang ditodong sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Olah TKP dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Bogor,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imran Ermawan mengaku, pihaknya sedang mengejar para pelaku.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini belum menemui titik terang karena pelat nomor mobil Avanza yang digunakan belum diketahui, apakah berpelat Bogor, Sukabumi, Cianjur atau Jakarta. “Saat ini kita masih selidiki dan petugas masih mengejar,” tandasnya.

Kasat menjelaskan, kawanan perampok minimarket di Ciawi berbeda dengan kawanan perampok minimarket di Gunungputri.

Pasal­nya, jika dilihat dari motifnya pun ber­beda. ¨Kalau di Gunungputri pe­rampok menggunakan senjata api, tapi kalau sekarang pakai sen­jata tajam,¨ ungkapnya.


EmoticonEmoticon