INDAH: Untuk menarik wisatawan, TSI memperpanjang program nuansa Kampung Papua.
CISARUA-Setelah menggelar berbagai hiburan ala barat di penghujung 2011, Taman Safari Indonesia (TSI) kini fokus pada program pelestarian budaya lokal.”Kami akan memperpanjang program dan melengkapi berbagai nuansa Kampung Papua yang telah digelar sejak beberapa waktu lalu,” ujar Humas TSI Cisarua, Yulius H Suprihardo kepada Radar Bogor.
Menurut dia, salah satu tema pembangunan yang menggabungkan antara budaya dan satwa adalah Kampung Papua. Dalam satu segmentasi tersebut, TSI menghadirkan satwa yang berasal dari kawasan timur Indonesia.
Satwa yang juga merupakan kekayaan keanekaragaman mega biodiversity tersebut di antaranya, burung cendrawasih, kasuari, kanguru pohon, kanguru tanah, walabi, buaya, dan beberapa jenis satwa lainnya.
Untuk lebih mengenal Kampung Papua dan keanekaragaman budayanya, TSI pun menggelar Festival Papua. Demi menghadirkan nuansa yang kental, TSI sengaja mendatangkan dua orang pemahat dari suku Asmat. Kedua orang tersebut bernama Yance (30) dan Alex (35).
”Mereka sangat piawai memahat kayu dengan pahatan alsi suku Asmat,” terangnya.
Direktur Utama TSI, Jansen Manansang mengatakan, sengaja mengenalkan budaya Papua sebagai bentuk edukasi kepada para pengunjung. ”Program edukasi dan pengenalan budaya ini banyak mendapat animo dari masyarakat. Sehingga kami akan terus mengembangkan kegiatan serupa,” kata dia.
Sementara itu, warga terlihat antusias di Kampung Papua yang berpose dengan kedua orang Papua tersebut. Tak sedikit pula pengunjung yang berdecak kagum hasil pahatan Yance dan Alex yang sesekali menyanyikan lagu asli Papua.
EmoticonEmoticon