Selasa, 03 Januari 2012

Melihat Kegiatan Donor Darah di Kabupaten Bogor (2-Habis) Jadikan Gaya Hidup, Turunkan Risiko Penyakit Jantung

SEDOT DARAH: Petugas PMI Kabupaten Bogor sedang menyedot darah pendonor



Mengumpulkan 11.694 kantung darah selama 2011 bukanlah hal mudah. Banyak usaha yang dilakukan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bogor untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat agar mau menyumbangkan darahnya. Salah satunya dengan giat mengampanyekan donor darah sebagai gaya hidup.

Laporan: NADIA YULIANA

Tak semua orang mau mendonorkan darahnya. Alasannya cukup klasik. Takut jarum suntik atau khawatir kesehatannya menurun setelah menjalani donor darah.

Padahal, jika memenuhi kriteria, aktivitas donor darah justru mendatangkan manfaat tersendiri bagi kesehatan dan psikologis.

Petugas TU UTD PMI, Alamsyah menyebutkan, pihaknya terus berupaya menumbuhkan kesadaran masayarakat untuk berdonor. Selain itu, langkah jemput bola juga terus dilakukan guna mendekatkan diri dengan para pendonor.

Adapun manfaat mendonorkan darah bagi kesehatan, di antaranya adalah bisa menjaga kesehatan jantung.

Sebab, ada zat besi yang terkandung dalam darah setiap orang. Jika kadar zat besi yang ada dalam darah tersebut berlebihan, maka akan lebih berisiko dan menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit jantung.

Sehingga, jika seseorang secara rutin mendonorkan darahnya, maka kandungan jumlah zat besi yang ada dalam darah juga bisa lebih stabil dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, aktivitas donor darah bermanfaat untuk meningkatkan produksi sel darah merah, membantu penurunan berat badan serta mendeteksi penyakit serius.

Sebab, jika seseorang ingin mendonorkan darah, pasti harus melalui beberapa prosedur. Di antaranya, darah akan diperiksa terlebih dahulu sehingga akan diketahui apakah kita memiliki penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis dan malaria. Sehingga, kita bisa tahu kondisi kesehatan kita.

Namun, yang tak kalah penting adalah manfaat psikologis yang dihasilkan dari donor darah. Pasalnya, setiap manusia adalah makhluk sosial yang saling membantu dan membutuhkan. Apalagi, kepuasan dari menyumbangkan darah tak bisa dinilai dengan materi.


EmoticonEmoticon