Kamis, 12 Januari 2012

Mengunjungi Kampung Pemetik Teh Puncak (1) Terpencil, Fasilitas Rumah Disediakan Perusahaan

BOGOR TERPENCIL: Inilah salah satu sudut Kampung Gunungmas di Desa Tugu Selatan.
Mendengar nama Puncak, tentu yang terbayang adalah kebun teh. Pemetik teh di kawasan Puncak merupakan warga asli Cisarua. Mereka tinggal di Kampung Gunungmas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua sejak puluhan tahun lalu. Seperti apa?

Ratusan kepala keluarga (KK) yang merupakan pemetik teh Puncak tinggal di Kampung Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Mereka adalah karyawan PT Perkebunan Gunung Mas.

Untuk menuju kampung tersebut tidaklah mudah. Radar Bogor pun harus melalui jalan berbatu dan terjal sekitar 10 kilometer.

Lokasinya, persis di bawah lapangan gantole di Puncak. Tak banyak yang tahu kampung tersebut. Hanya sebagian penduduk, terutama warga Tugu Selatan saja yang mengetahuinya.

Rumah-rumah berbilik bambu berjejer rapi. Meskipun terlihat sederhana, namun kemajuan teknologi sepertinya sudah sampai di kampung pemetik teh itu. Buktinya, di beberapa rumah terlihat antena parabola.

Meskipun sederhana, namun berbagai fasilitas telah disediakan oleh perusahaan bagi para pemetik teh ini. Mulai dari rumah tinggal dan kebutuhan sehari-hari seperti sembako.

“Perusahaan memberikan fasilitas tempat tinggal bagi warga yang bekerja di perkebunan. Baik karyawan maupun pemetik teh. Namun, fasilitas ini tidak bisa dimiliki,” kata ketua RT di kampung Gunungmas Asep Miharja, kemarin.

Selain fasilitas itu, hak-hak pekerja pemetik teh pun diperhatikan oleh perusahaan. Misalnya hak cuti dan uang kesehatan.

“Bantuan pemerintah juga tidak putus seperti raskin dan posyandu bagi balita,” tambah Asep.


EmoticonEmoticon