Kamis, 12 Januari 2012

Pungli masih Mengakar

GUNUNGSINDUR–Aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum di jalan Gunungsindur-Perumpung, hingga kini masih belum berhenti.

Pantauan Radar Bogor, pelaku melakukan pungutan dalam bentuk uang tunai kepada sopir yang tak membawa tiket dari perusahaan transporter.

Sebagian lainnya lebih terorganisir, para pengemudi cukup memberi tiket yang bentuk dan warnanya disesuaikan berdasarkan nama perusahaan transporter.

Setelah terkumpul, tiket tersebut nantinya ditukar dengan uang oleh pelaku kepada pengusaha transporter. AH (30), sopir armada tambang jenis tronton mengungkapkan, untuk setiap tiket, uang jalan dipotong langsung oleh koordinator trasnporter sebesar Rp15 ribu.

“Tetap uangnya dari para sopir juga, cuma tekniknya saja beda. Malah sekarang jadi lebih mahal,” ujarnya kepada Radar Bogor. Sebelumnya, ia hanya membayar Rp5 ribu di pos tersebut.

Namun sejak akhir tahun lalu, tarif pungli dinaikkan tiga kali lipat menjadi Rp15 ribu. Bagi sopir yang tak mau membayar, tak jarang para pelaku bertindak kasar.

Bahkan, beberapa kendaraan sempat ditahan hingga transporter membayar uang lintas. “Kondisi ini sudah lama terjadi, tapi belum ada tindakan,” katanya.

Kapolsek Gunungsindur, Kompol Oeding Soepandi mengatakan, akan berupaya menghilangkan aktivitas pungli yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu dengan cara pendekatan sosial.

“Ini sudah berlangsung lama, bahkan sebelum saya menjabat. Kami sedang melakukan pendekatan sosial, dengan melibatkan tokoh masayarakat,” ujarnya kepada Radar Bogor, belum lama ini.

Ia menginginkan, pemberatasan pungli tak menimbulkan gejolak baru di tengah masyarakat. Namun, ia berjanji, lambat laun aktivitas tersebut dapat dihilangkan dengan pendekatan persuasif.


EmoticonEmoticon