Kamis, 12 Januari 2012

Penumpang tanpa Karcis Disisir

DIJAGA KETAT: Petugas Stasiun Bojonggede saat memeriksa karcis penumpang KRL, kemarin. Untuk menciptakan kenyamanan, penumpang tak bertiket disisir petugas.
BOJONGGEDE–Untuk mem­berikan kenyamanan kepada penum­pang kereta, petugas Stasiun Bo­jong­gede dan Forum Ko­mu­nikasi Kepala Stasiun Daop 1E me­n­ert­ibkan penumpang tanpa karcis dan juga pedagang asongan, Rabu (11/1).

Mulai pukul 06:00, sebanyak 25 petugas keamanan kereta menyisir penumpang tanpa tiket dan pedagang asongan. Satu per satu gerbong pun disisir hingga pukul 09:00.

Kepala Stasiun Bojonggede, Dhar­mawan mengatakan, pener­tiban itu merupakan bentuk soli­daritas forumnya guna menciptakan suasana nyaman dan kondusif, baik di stasiun maupun di dalam kereta.

“Ini aksi solidaritas untuk menciptakan ketertiban dan keamanan,” katanya.

Menurut dia, masih banyak penumpang kereta api yang enggan membeli karcis. Modusnya kerap mengelabui petugas.

Untuk menghin­dari petugas, mereka juga tak segan naik ke atas ger­bong. Padahal dampak yang diakibatkan sangat fatal dan mengancam keselamatan jiwa.

“Pedagang asongan di dalam kereja juga kami tertibkan. Karena kehadiran mereka mengganggu kenyamanan penumpang,” ujarnya.

Dalam penertiban kemarin, puluhan penumpang kedapatan tidak mengantongi tiket. Sedangkan ratusan lainnya hanya memiliki karcis abodemen yang sudah habis masa berlakunya.

Yakni, 57 penumpang karcis langganan sekolah (KLS), 65 penumpang kartu trayek bulanan (KTB) serta dua penumpang langganan ekonomi (KTB).

Namun, tak ada sanksi yang diberikan, melainkan hanya pembinaan. Begitu pun dengan para pedagang. Mereka hanya diminta keluar dari gerbong dan tak berjualan di dalam.

Sementara itu, salah satu penumpang, Asih (23), menyambut positif penertiban tersebut. Menurut dia, sudah saatnya kereta api menjadi alat transportasi massal yang nyaman dan bersih.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan, tidak sesekali saja,” pungkasnya.


EmoticonEmoticon