Selasa, 17 Januari 2012

SMKN 1 Cibinong Pemasok Engine Mobil Esemka

SERIUS: Dua pelajar SMKN 1 Cibinong merakit mesin mobil Kiat Esemka.
BOGOR–Kehadiran mobil Kiat Esemka yang dirakit pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) menghebohkan seantero nusantara. Namun, siapa sangka bila SMKN 1 Cibinong juga berperan dalam kesuksesan mobil tersebut.

Sekolah yang dikenal dengan SMK Milenium ini merupakan salah satu dari 23 SMK yang turut berkontribusi dalam perakitan mobil Kiat Esemka. Siswa-siswa di sekolah ini diberikan tugas merakit dan memasok engine twin cam 16 valve Esemka 1.5i.

Ya, program perakitan mobil tersebut telah dimulai pada 2009 lalu. Saat itu, beberapa SMK berprestasi diminta Direktorat Sekolah Kejuruan Kemendiknas untuk mengirimkan perwakilannya di Indomobil Karawang. “Kami menjadi salah satu SMK yang diminta perwakilannya. Saat itu kami mengirim tiga guru,” terang Humas SMKN Cibinong, Ujang Tohari, kemarin.

Sepulang dari pelatihan itu, lanjut Ujang, guru SMKN 1 Cibinong dibekali beberapa komponen mesin mobil. Kemudian, komponen tersebut dirangkai oleh siswa SMKN 1.

Pembuatan satu unit engine (mesin, red) mobil Esemka itu membutuhkan waktu dua minggu. SMKN 1 Cibinong, kata dia, kebagian jatah membuat sepuluh unit engine mobil Esemka. “Ya, sekitar satu tahunan untuk merangkainya,” terang dia.

Perakitan mesin mobil itu, dikerjakan empat siswa secara bergilir. Tujuannya, agar semua siswa di sekolahnya bisa mengetahui dan bisa merakit sebuah mobil yang berkualitas. “Untuk finishing dan quality control, dipilih beberapa siswa pilihan yang mengerjakannya. Itu untuk menjaga kualitas dan standarisasi perusahaan,” tutur Ujang.

Selama menjalankan praktiknya, para siswa SMKN 1 Cibinong didampingi pembina yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Indomobil. Yakni, Mahdi, Dadan Supriatno dan Yudi Setiawan. “Meskipun dikerjakan siswa, namun semuanya terpantau,” tambahnya lagi.

Sebetulnya, terang Ujang, pada 2010-2011, mobil Esemka sudah selesai, bahkan sudah dipamerkan di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Saat pameran, semua SMK yang terlibat dalam perakitan mobil itu pun dicantumkan dalam daftar.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cibinong, Zaenal Abidin merasa bangga akan prestasi anak didiknya. Namun, ia tak lantas puas dengan hasil tersebut. “Harus lebih ditingkatkan lagi,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa tahun ini, SMKN 1 Cibinong terlibat dalam perakitan Mobil Nasional (Mobnas) Jabar. Ada sekitar 15 SMK otomotif se-Jabar yang akan terlibat. “Untuk Mobnas Jabar ini, semua komponennya harus produksi dalam negeri. Pembuatannya dipusatkan di SMKN Tasik, dan kita sebagai salah satu SMK yang terlibat di sana,” terang Zaenal.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada dua unit prototipe Mobnas Jabar yang telah dibuat oleh siswa SMKN Tasikmalaya.


EmoticonEmoticon