Minggu, 08 Januari 2012

Stasiun-KRB Lebih Nyaman Pemkot Bangun Jalur Khusus Pejalan Kaki

Stasiun-KRB Lebih Nyaman
Pemkot Bangun Jalur Khusus Pejalan Kaki

AKAN DITATA: PKL di sekitar Stasiun Bogor akan ditata untuk menunjang rencana pembuatan jalur khusus bagi pejalan kaki dalam waktu dekat ini.
BOGOR–Pemkot Bogor bekerjasama dengan lembaga donor Jerman dan Kementerian Perhubungan mulai menyiapkan jalur pejalan kaki atau pedestrian yang nyaman dari Stasiun Bogor hingga Kebun Raya Bogor.

Pembangunan jalur pejalan kaki yang rencananya dimulai tahun ini akan dilengkapi pergola, sehingga melindungi pejalan kaki dari hujan dan terik matahari.

Kepala Subbidang Tata Ruang pada Badan Perencanaan Pem­bangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, jalur pedestrian itu akan berlebar empat meter, bertambah dari posisi saat ini dua meter.

Jalur pedestrian yang selama ini berundak-undak karena untuk memudahkan mobil melintasi perkantoran akan didesain lebih nyaman bagi kaum penyandang cacat.

Sementara untuk memperlebar jalur pedestrian, pihaknya akan menutup saluran air.

“Kita juga akan mengkaji kemungkinan untuk menata angkutan kota yang selama ini masuk ke Jalan Nyi Raja Permas, di depan Stasiun Bogor.

Namun, masih menghitung teknis sosial yang akan dihadapi karena di sepanjang jalur itu ada banyak pedagang kaki lima (PKL),” bebernya, kemarin.

Selain itu, kata dia, Taman Ade Irma Suryani juga akan disulap menjadi taman, sehingga tidak terkesan kumuh lagi.

“Langkah itu masih harus dikoordinasikan karena lahan pemkot yang dijadikan Taman Topi masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga hingga 2018 mendatang,” imbuhnya.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Stasiun Bogor Rochman mengatakan, jika hal itu benar terjadi pihaknya siap membantu pemkot dalam penataan areal stasiun.

Meski sangat sulit dilakukan, Rochman segera melakukan sosialisasi jika rancangannya telah dimatang­kan.

“Selama ini kita kesulitan dalam menata keberadaan PKL dan parkir motor di depan pagar stasiun. Adanya wacana tersebut, diharapkan ada juga solusi lain agar mereka mau pindah dari stasiun,” katanya.

Salah seorang penumpang kereta rangkaian listrik (KRL), Darmawan mengaku, keberadaan PKL membuat stasiun tidak bersih.

Padahal, dulu sangat bersih dan rapi. “Saya pernah lihat gambarnya pada tempo dulu. Ingin seperti saat itu,” harapnya.


EmoticonEmoticon