Senin, 27 Februari 2012

Berada pada Titik Nadir

NAPLES–Kepercayaan Presiden Inter Milan Massimo Moratti terhadap allenatore Claudio Ranieri berada pada titik nadir. Empat kekalahan beruntun di semua ajang, telah membawa Inter pada periode terburuknya selama musim ini.

Pada awal musim, ketika Gian Piero Gasperini menjalani start yang buruk dengan tanpa kemenangan dalam lima pertandingan di semua ajang, jabatannya langsung dicopot.

Ini artinya, laga melawan Napoli dini hari nanti WIB (tayangan langsung Indosiar pukul 02.45 WIB) merupakan pertaruhan nasib Ranieri. Sebab, jika gagal menang, berarti dia “menyamai” catatan buruk Gasperini yang dipecat setelah gagal meraih kemenangan dalam lima laga beruntun.

Moratti masih bersabar, tetapi kesabarannya pasti ada batasnya. Dia bisa saja mencopot Ranieri bila kembali kalah ketika melawat ke San Paolo menantang Napoli di pekan ke-25 Serie A Liga Italia dini hari nanti (siaran langsung Indosiar pukul 02.45 WIB).

Apalagi, kekalahan itu kian membuat Inter menjauh dari tiga besar atau zona Liga Champions. “Kita coba dulu bersamanya dalam pertandingan ke depan, kemudian kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” bilang Moratti, kepada La Gazzetta dello Sport.

Mengingat reputasi Moratti yang tidak segan memecat pelatih, nasib Ranieri menjadi tidak pasti. “Ini memang periode yang berat dan saya yakin kami bisa melewatinya. Yang terpentingnya semuanya benar-benar fokus,” kata Moratti.

Masalahnya, mengalahkan Napoli adalah hal yang sulit. Musim ini sudah dua kali Inter bersua Napoli dan hasilnya mereka selalu kalah dengan skor meyakinkan. Di pekan keenam Serie A, Inter dihajar 0-3 (1/10) dan di perempat final Coppa Italia Inter dihabisi 0-2 (25/1).

Apalagi, Napoli terkenal sangat garang ketika bermain di San Paolo, markasnya. Selama musim ini, dari 18 laga kandang, hanya dua kali mereka kalah. Klub raksasa Inggris Chelsea saja dibabat 3-1 pada first leg babak 16 besar Liga Champions (21/2).

“Kami harus jujur, kami memang tidak menjalani musim yang bagus. Ketika saya datang, Inter pernah merasakan tujuh kemenangan beruntun sebelum kami kehilangan fokus lagi. Kami perlu memperbaiki kinerja,” ujar Ranieri, seperti dikutip AFP.

Ranieri patut bersyukur, karena Napoli tidak diperkuat Marek Hamsik yang absen karena skorsing. Otomatis, kedahsyatan daya serang Napoli akan sedikit terreduksi. Tetapi tetap berbahaya karena masih ada Edinson Cavani dan Ezequiel Lavezzi yang ditopang Goran Pandev.

“Kami selalu berupaya yang terbaik dalam setiap pertandingan. Itulah yang telah kami lakukan dalam dua tahun terakhir. Kami akhirnya mendapat kepuasan di Italia dan Eropa. Saat ini kami percaya bisa mengalahkan tim manapun,” kata Walter Mazzarri, pelatih Napoli.


EmoticonEmoticon