PEMBANGUNAN: Para pekerja sedang menambal Jalan raya Leuwisadeng-Jasinga yang telah rusak, kemarin.
PARUNGPANJANG–Warga kembali mempertanyakan janji perusahaan tambang dan transporter Kecamatan Cigudeg serta Parungpanjang, yang akan melakukan pemeliharaan jalan Parungpanjang-Lebakwangi.“Perawatan baru sebatas penambalan, padahal janjinya mau dihotmik,” ujar Cepi Lungguh (35), warga Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang.
Menurut dia, perawatan jalanterkesan tak melalui manajemen yang baik, tumpukan batu yang dikirim perusahaan disebar ke lubang dengan alat manual. Sehingga pekerjaan menjadi lambat dan kemacetan tak dapat dihindari.
Koordinator perusahaan tambang untuk pemeliharaan jalan, Sukimin mengakui, pemeliharaan jalan belum berjalan sesuai harapan. “Hari ini, kita baru akan menggelar pertemuan antarperusahaan kuari untuk membahas masalah itu (perawatan jalan, red),” ujarnya kepada Radar Bogor.
Sejauh ini, pihak perusahaan tambang hanya menjanjikan mengirim material batu untuk pengurukan jalan.
Sementara pengangkutan, diharapkan ada bantuan dari pengusaha transporter yang juga memanfaatkan jalan tersebut.
“Sudah empat hari ini saya sediakan material, belum ada konsumen (transporter, red) yang ambil,” katanya.
General Manager PT Sudamanik itu, berharap antara perusahaan tambang di Kecamatan Cigudeg dan Parungpanjang serta pengusahaangkutan bisa menyatu.
Namun nampaknya, koordinasi lin tas perusahaan ini tak berjalan baik. “Saya tak mungkin koordina sikan perusahaan yang di Parung panjang.
Paling tidak yang di Ci gudeg ada 14 perushaan yang hari ini akan berkoordinasi,” katanya.
Sementara itu, Pengamat UPT Jalan dan Jembatan wilayah Jasinga, Idris mengatakan, sesuai kesepakatan rapat sebelumnya bahwa bantuan swadaya pemeliharaan jalan secara teknis diperlukan keterlibatan Binamarga, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perusahaan. “Mereka bertanya bagaimana pemeliharaan jalan yang baik, sudah saya sampaikan detailnya,” ujarnya.
Menurut dia, pemeliharaan untuk sejumlah lubang jalan yang diameter dan kedalamannya cukup besar, diperlukan makadam jumbo di bagian dasar.
Setelah itu, dipadatkan beskos yang sudah diaduk dengan semen dan pada bagian atas baru ditutup dengan hotmik. “Sampai sekarang, belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, dari hasil survei di lapangan, terdata lebih dari 2 ribumeter persegi di jalan sepanjang 27 kilometer itu rusak parah hingga menimbulkan kubangan.
Menurut dia, penyebab utama kerusakan adalah beban tonase kendaraan yang overload. “Kami sudah sampaikan teknis pemeliharaannya, untuk swadaya perusahaan. Jika kami dilibatkan, kami siap membantu,” tegasnya.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali melanjutkan perbaikan Jalan Leuwisadeng-Jasinga tepatnya di RT 05/02, Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng yang sempat tertunda.
Pengawas Harian, Agus Purwanto mengatakan, perbaikan kali ini akan berbeda dibandingkan sebelumnya yakni lubang ditambalbatu besar sebagai dasar lapisan.
Setelah itu, akan dicampur dengan batu makadam yang le bih kecil. “Untuk proses akhir akan disiram beskos dengan uku ran waktu yang lebih kecil lagi. Diharapkan jalan akan lebih kuat,” ujarnya.
Ia mengakui, perbaikan jalan sempat tertunda karena harus melakukan tutup lubang (TL) di jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor. “Saya dipanggil ke sana untuk pengaspalan,” katanya.
Untuk Jalan Leuwisadeng-Jasinga, ia mengaku agak kesulitan karena jalur kendaraan sangat sempit. Sedangkan lubang yang harus diperbaiki sangat besar.
Menurut dia, lebih dari setengah bagian jalan harus diperbaiki sehingga mengatur kendaraan untuk melintas sangat sulit.
“Lebar jalan hanya 6 meter, tetapi lebar lubang jalan lebih dari 3 meter,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga RT 05/02, Kampung Kalongjalan, Desa Kalong II, Endang Markusar (64) berharap, selain perbaikan jalan dilakukan juga pembuatan drainase. Karena, setiap turun hujan, rumah warga selalu kebanjiran.
EmoticonEmoticon