BAHAYA: Tembok penahan Jembatan Cijere yang ambruk karena terkikis air sungai, membuat warga dan pengemudi kendaraan bermotor harus ekstrahati-hati saat melintasi jembatan.
CITEUREUP–Tembok setinggi 10 meter yang digunakan sebagai pelindung jembatan Sungai Cijere di Desa Hambalang, ambrol karena terkikis arus yang sering meluap.Tak hanya itu, longsoran dapat mengancam keselamatan warga dan akses yang menghubungkan antara RT 19/6, Kampung Tapos dengan Kampung Tajur, dikhawatirkan terputus.
Tokoh Desa Hambalang, Toufik mengungkapkan, ambrolnya tembok yang difungsikan untuk menahan dan melindungi fondasi jembatan sudah terjadi satu bulan.
“Awalnya, hanya retakan dan sebagian kecil saja yang ambrol. Namun karena terkikis oleh derasnya air sungai membuat dinding beton jatuh ke sungai,” terangnya.
Ia berharap, pemkab segera memperbaiki kerusakan. “Ini seharusnya menjadi perhatian kusus dari Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) agar secepatnya diperbaiki,” katanya.
Ia menambahkan, sering melaporkan kejadian tersebut pada pemkab namun belum ada tanggapan. Hal senada diungkapkan, Rendi (23) pemuda asal Kampung Tajur.
Menurut dia, banyak masyarakat khawatir jembatan ambruk karena tak kuat menahan beban. “Jika ada kendaraan roda empat melintas, getarannya sangat terasa,” ucapnya.
EmoticonEmoticon