Selasa, 03 Januari 2012

Konsumsi BBM di Bawah Ekspektasi

JAKARTA–Mobilitas masyarakat pada awal 2012 masih cukup rendah. Ini terlihat dari konsumsi BBM di awal tahun yang menyusut signifikan.

VP Komunikasi PT Pertamina, Mochamad Harun mengatakan, tren rendahnya konsumsi BBM pada periode Natal dan akhir tahun 2011 berlanjut di periode awal 2012. “Konsumsi BBM subsidi di hari pertama 2012 turun drastis,” ujarnya kemarin.

Menurut Harun, berdasar pantauan Tim Satgas Natal dan Tahun Baru 2012, sepanjang sebelas hari lalu, konsumsi BBM menunjukkan tren yang lebih rendah dari estimasi awal. “Bahkan konsumsi itu lebih rendah dari tingkat penyaluran di hari normal,” katanya.

Data Pertamina menunjukkan, konsumsi solar bersubsidi dari 22 Desember 2011 hingga 1 Januari 2012 rata-rata mencapai 39.165 kiloliter (kl) atau 94 persen terhadap konsumsi di hari normal 41.604 kl. Pada hari pertama 2012, konsumsi solar hanya mencapai 21.951 kl atau 47 persen di bawah konsumsi normal.

Pada periode yang sama, konsumsi premium rata-rata mencapai 72.231 kl atau 99 persen terhadap konsumsi pada hari normal sebesar 72.987 kl, yang disebabkan oleh penurunan konsumsi pada 1 Januari 2012 sebesar 26,5 persen dari hari normal.

Padahal, selama periode tersebut konsumsi premium semula diprediksi akan berada di level 100,5 persen di atas normal atau 73.316 kl per hari. Adapun konsumsi bahan bakar pesawat (avtur) sejauh ini rata-rata mencapai 9.416 kl per hari atau 102,8 persen dari konsumsi normal.

Kendati telah melampaui konsumsi normal, tingkat konsumsi avtur masih 97,4 persen terhadap estimasi awal yang mencapai 9.668 kl per hari. Sedangkan konsumsi LPG pada 1 Januari 2012 tercatat hanya mencapai 129 metrik ton (MT), jauh dari estimasi awal sebesar 4.691 MT.

Penurunan tajam juga terjadi sebelumnya, yaitu pada Natal 2011 yang hanya mencapai 344 MT. “Sejak H+1 Natal hingga 1 Januari memang terjadi tren penurunan konsumsi LPG, baik PSO maupun non-PSO,” kata Harun.

Sementara itu, stok BBM hingga 1 Januari 2012 masih aman dengan volume 3,62 juta kl. Jumlah tersebut terdiri dari 1,2 juta kl premium, 1,7 juta kl solar, 329 ribu kl mitan, 82 ribu kl pertamax, 28 ribu kl pertamax plus, dan 309 ribu kl avtur. Adapun, stok elpiji pada waktu yang sama berada di level 174 ribu MT.


EmoticonEmoticon