TUMBANG: Pohon tumbang di jalan Bukit Cimanggu City (BCC) Rabu sore (4/12) sempat mengganggu arus lalu lintas.KELIK/RADAR BOGOR
BOGOR-Kondisi cuaca Bogor yang memasuki fase ekstrem selama Januari hingga Februari, menimbulkan hujan disertai angin kencang. Hal ini membuat beberapa pohon rawan tumbang karena tidak kuat menahan derasnya angin.Warga juga harus mewaspadai pohon tumbang yang disebabkan puting beliung maupun usia pohon yang telah menua. Antara lain terdapat di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pajajaran, Jalan Pahlawan, Jalan Tentara Pelajar serta Jalan Jalak Harupat.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Muaz HD mengatakan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor bertujuan memberikan jaminan keamanan kepada pengguna jalan. Agar musim hujan ini tidak menyebabkan pohon-pohon bertumbangan. “Kalau sudah terjadi seperti itu, yang jadi korban adalah masyarakat karena pohon-pohon jatuh disapu angin kencang,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Ia menjelaskan, selain rutin melakukan pemangkasan, DKP juga harus memeriksa pohon secara periodik. Artinya, bisa dilihat dari berapa jumlah daun yang jatuh berguguran untuk menentukan masa usia pohon tersebut. “Kalau saya lihat, di jalan-jalan utama banyak pohon tua yang dikhawatirkan roboh jika hujan disertai badai melanda Bogor,” terangnya.
Jika sudah begitu, sambungnya, cara lain yang harus ditempuh adalah dengan menebang pohon tersebut. Namun, perlu dilakukan dengan beberapa petimbangan mengingat usia sejumlah pohon mencapai lebih dari ratusan tahun dan butuh penanganan ekstra.
“Kota Bogor kan terkenal dengan banyaknya pohon tua, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan luar. Apalagi, sebagian besar di antaranya menjadi pusat cadangan air sehingga penebangannya tidak bisa sembarangan,” beber politisi PKS, itu.
Jika DKP kesulitan meneliti berapa usia pohon dan hal apa saja yang perlu dilakukan, tidak perlu bingung karena Bogor mempunyai banyak ahli pohon. Seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki profesor di bidang lingkungan serta peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kebun Raya Bogor (KRB) juga bisa dilibatkan.
“Jika dimanfaatkan untuk kepentingan Kota Bogor sendiri kan bagus untuk menggali ilmu lebih dalam dari ahlinya. Saya belum pernah mendengar pemkot melibatkan akademisi dalam melakukan suatu pekerjaan,” paparnya.
EmoticonEmoticon