Jumat, 06 Januari 2012

Retakan Tanah Meluas Lahan Pertanian Amblas hingga Satu Meter

Kelik/ Radar Bogor RUSAK: Retakan tanah membuat rumah milik warga rusak dan tak bisa dihuni lagi, bahkan sejumlah lahan pertanian sudah mulai amblas.
CIGUDEG-Kondisi retakan tanah di Bukit Lamping Batukaca, RT 05/03, Kampung Sirnagalih, Kampung Desa Sukaraksa semakin meluas dan dikhawatirkan dapat membahayakan warga.

Sekdes Sukaraksa, Dayat mengatakan, retakan telah mencapai lahan pertanian warga. “Sawah milik warga sudah ada yang turun hingga satu meter,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, mayoritas tenda yang digunakan pengungsi 58 kepala keluarga (KK) sudah rusak dan berharap segera ada perbaikan.

Ia mengatakan, akan menambah satu sumur untuk meminimalisir kekurangan sarana air bersih. “Di pengungsian hanya ada satu penampungan air dengan kapasitas 650 liter tapi masih kurang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, pemkab baru bisa menyanggupi rumah hunian sementara (huntara) di sebelah timur pengungsian, “Mulai besok (hari ini, red), kita akan membersihkan lahan yang akan digunakan untuk huntara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tempat yang akan dialihfungsikan untuk relokasi hunian akan memakai lahan milik warga seluas satu hektare dengan status pinjam pakai.

Lebih lanjut ia mengatakan, belum ada kesepakatan harga tanah karena penjual menginginkan sekitar Rp35 ribu-Rp50 ribu per meter.

Sedangkan kesanggupan pemkab hanya sekitar Rp14 ribu per meter sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP).
Sementara itu, para pengungsi masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.

“Di sekitar tenda pengungsian ada dua bangunan nonpermanen untuk mandi cuci kakus (MCK) namun airnya masih kotor,” ungkap salah satu pengungsi, Ai (37). Tak hanya itu, memasuki musim penghujan kondisi jalan pun menjadi berlumpur.


EmoticonEmoticon