Jumat, 06 Januari 2012

Pasar Cariu Diprediksi Molor

BELUM SELESAI: Pembangunan Pasar Cariu masih belum selesai. Padahal, batas waktu pembangunannya sampai 31 Desember 2011 lalu.
CARIU–Lambannya pemba­ngunan Pasar Cariu menjadi bukti ambu­radulnya pelaksanaan proyek APBD di Kabupaten Bogor. Meski sudah lewat tujuh hari, pembangunan fi­siknya baru mencapai 80 persen.

Kon­disi itu tentu saja membuat miris semua pihak, termasuk Komisi C.

“Bila sudah seperti ini, bisa dipastikan pengembang tetap tidak akan tepat waktu menyele­saikannya.

Bilapun dipaksakan, hasilnya tak maksimal,” kata anggota Komisi C DPRD, Fitri Putra Nugraha saat inpeksi men­dadak (sidak) ke pasar tersebut.

Komisi C, lanjut Nungki –sapaan akrabnya-- akan terus memantau pembangunan pasar yang menelan anggaran Rp13 miliar itu. “Kita mendapat laporan pembangunan pasar ini molor. Nah, untuk menjalankan fungsi dewan, Maka kami cek. Dan ternyata bukti di lapangan memang benar terlambat,” tegasnya.

Bahkan informasi yang dihimpun dari salah seorang pekerja di Pasar Cariu, bangunan depan pasar ter­sebut sempat roboh. Itu diduga karena kondisi cuaca yang ekstrem dan embusan angin yang kencang, ditambah lagi kualitas bahan material yang jelek.

“Memang beberapa waktu lalu bagian depan bangunan pasar sempat ambruk karena diterpa angin kencang, dan kita juga kesulitan mendapat bahan material yang bagus,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penanggung jawab lapangan PT Cendikia Ayu, Supendi berdalih bahwa keterlambatan pembangunan Pasar Cariu itu dikarenakan faktor cuaca.

Beberapa bulan ini, iklim di Cariu sangat ekstrem. Bahkan pihaknya kesulitan mencari bahan baku bangunan yang sesuai dengan spek.

“Ya kita terkendala cuaca ekstrem, bahkan kualitas material yang ada kurang bagus. Kontur tanahnya pun sangat labil,” terangnya.


EmoticonEmoticon