Rabu, 01 Februari 2012

Warga Khawatir Perbaikan Lambat PDAM Tirta Kahuripan Ganti Saluran Air di Bogor Barat

GANTI PIPA: Para pekerja dari PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memperbaiki jaringan pipa air di belakang Pasar Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat, kemarin. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR
BOGOR-Kendati sudah diberi informasi sebelumnya, masyarakat tetap merasa kecewa dengan kebijakan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang menghentikan pasokan air ke rumah warga.

Pasalnya, banyak warga yang tak punya sumber air bersih selain pasokan dari PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, meski berdomisili di Kota Bogor.

Akibatnya, warga harus ekstrahemat menggunakan air bersih karena khawatir penghentian pasokan air akan berlangsung lama. Salah satunya dialami Zaniar.

Ibu rumah tangga warga Kelurahan Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat itu harus menampung air sejak 30 Januari untuk persediaan air selama dua hari. Sebab, dari surat edaran PDAM Tirta Kahuripan yang disebar 26 Januari lalu, penghentian pasokan air dimulai 31 Januari pukul 00:00 WIB hingga 2 Februari 2012.

“Sekarang persediaan air sudah mulai habis. Kami khawatir penghentian pasokan air ini akan berlangsung lama. Sedangkan di sini tidak ada sumber air bersih lain selain dari PDAM. Apa mungkin truk bantuan air dari PDAM Kabupaten bisa masuk ke Kota Bogor,” katanya kepada Radar Bogor, kemarin.

Dia menambahkan, sebagai konsumen yang selalu memenuhi kewajiban dengan membayar tagihan air tepat waktu dan sesuai tarif, seharusnya PDAM bisa lebih profesional. Karena menurutnya, konsumen adalah pihak yang harus dilayani dengan maksimal.

Sementara itu, PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus memperbaiki jaringan pipa, termasuk yang berada di wilayah Kota Bogor. Kemarin, pengerjaan perbaikan pipa dilakukan di saluran pipa jembatan Cisadane di Desa Purbasari, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (31/1).

Direktur Teknis PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Dar­yanta mengatakan, pengerjaan pipa air minum dilakukan satu hari.

Programnya adalah pergantian pi­pa lama dengan pipa baru yang menghabiskan dana kurang lebih Rp1,9 miliar. Tujuannya, mengan­tisipasi robohnya saluran pipa jem­­batan Cisadane yang sudah terja­di abrasi, berkarat sehingga rentan roboh jika ada banjir besar.

Ia juga menambahkan, saluran pipa jembatan Cisadane yang sudah 90 tahun sudah waktunya diganti. Jalur pipa transmisi Ciburial sendiri dibangun sejak 1922.

“Ada sekitar 15 ribu pela­nggan PDAM yang terganggu dengan perbaikan saluran pipa ini. Yakni akan terhambatnya air satu hari bagi masyarakat di dataran rendah dan tiga hari bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi.

Namun hal ini sudah kami antisipasi dengan menyiap­kan 16 mobil tangki air minum yang akan disalurkan di wilayah Kabupaten Bogor,” ungkap Daryanta dalam siaran pers kepada Radar Bogor, kemarin.

Ia pun berharap, seluruh pelanggan PDAM dapat bersabar dan memaklumi selama perbaikan saluran pipa jembatan Cisadane yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tiang, jembatan dan pipa.


EmoticonEmoticon